Senin, 18 Oktober 2010

Selembut hati anak PUNK

beberapa hari lalu saya melintas di salah satu bagian dari kota kecil ini,setibanya di lampu merah beberapa anak PUNK sedikit merapat ke arah kendaraan saya dan seperti kebanyakan anak PUNK yang hidup di jalanan pada umumnya mereka mengamen untuk menyambung hidup. Adik saya yang kebetulan ikut bersama saya waktu itu langsung mengatakan agar segera menutup kaca rapat2 agar "mereka" tidak mengganggu. Ya adik saya disini mungkin mewakili jutaan masyarakat Indonesia pada khususnya dan dunia pada umumnya yang sedikit antipati terhadap komunitas PUNK tersebut, dan dalam situasi seperti ini maka kalimat Don't Judge a books by it's cover sama sekali tidak berguna, sebab jika dihadapkan dalam situasi yg seperti ini tentu saja masyarakat yang terlanjur termakan image buruk dari komunitas ini tentu tidak mau berlama lama melihat sisi dain dari kaum yang masi di anggap minoritas dan selalu dan sering diberi label buruk ini. Namun si anak punk tadi masi terus mengamen dan sedikit menentang keinginan adik saya untuk menutup kaca, saya memberi sedikit yang saya punya (terkadang kita tidak menyadari bahwa hal sedikit yg berarti banyak bagi orang lain) lalu bergegas pergi sebab lampu merah telah berganti hijau. adik saya kemudian marah dan sdikit kesal, dengan cemberut ia bertanya, "kenapa si kak dikasi? kan dia nya serem,ntar kalo di apa apain rasa loh"
Ya, untuk ukuran umur adik saya,hal itu masi termaafkan, namun untuk kita yang menurut saya telah memiliki kecerdasan dan kedewasaan dalam berpikir dan masi saja memandang sinis pada komunitas ini maka saya ingin berbagi sedikit tentang komunitas ini, dan siapa tau lebih memperkaya pengetahuan kita dalam hidup bersosialisasi dalam masyarakat.Komunitas PUNK telah muncul sejak tahun 1917, dimana ketika itu Revolusi Bolshevik sedang gencar gencarnya terjadi di Rusia, gerakan Punk maju bersama sama sebagai kompatriot dari gerakan marxisme ala Lenin, Jika Lenin berjuang dalam skema komunisme dan sosialisme dimana kaum buruh menjadi ujung tombak dalam perlawanan terhadap kaum pemegang alat produksi ala Borjuis maka orang orang yang bergerak melalui PUNK pun lebih menggerakkan tenaga Preman (yang oleh Bung karno disebut dengan Lumpen ploretariat) mereka sama sama berjuang hingga terbentuklah suatu kondisi dimana kaum Bolshevik berhasil menguasai keadaan. lalu mereka membentuk Second All Russian Congress of Sovyet (Lenin terpilih sebagai Dewan Komisaris rakyat). dalam perkembangannya Punkers disana berubah menjadi suatu gerakan bawah tanah yang MENENTANG segala bentuk KEMAPANAN serta menjalankan segalanya atas inisiatif sendiri, aksesoris yang mereka gunakan setiap harinya pun sebenarnya mengisyaratkan atas jati diri mereka dalam menjalani hidup :
SEPATU BOOT : yakni sebagai sindiran terhadap militerisme
RANTAI : sebagai simbol arogansi para pihak berwajib
RAMBUT MOHAWK dan CELANA KETAT : ialah suatu bentuk dari propaganda anti kemapanan
begitulah hingga pada akhirnya komunitas ini mulai melebarkan pergerakan ke penjuru dunia, dengan mengangkat hidup berkelompok jalanan sebagai mainstream dan selalu berusaha memberdayakan apa yang dimiliki hari ini dengan segala kesederhanaan yang dimiliki. Dalam keseharian hingga hari ini anak PUNK yang saya tahu sangat menjunjung tinggi asas kebersamaan dan setia kawan. "teman susah,berarti gua juga susah men". Bukankah hal itu yang justru sudah hilang dari masyarakat muda kita sekarang, dan saya pun tidak akan heran jika tawuran masih sering saja terjadi,bahkan hingga tadi pagi saja saya melihat berita tentang salah satu Universitas di Indonesia yang saling lempar batu antara dua fakultas di kampus yang sama hanya untuk memperebutkan kursi ketua BEM (Badan Eksekutif Mahasiswa). jika sudah begini meskipun saya yang notabenne adalah seorang mahasiswi di salah satu Universitas di indonesia merasa malu bahwa pendidikan yang didapat di kelas akan tidak ada apa apanya dengan pendidikan yang didapat dijalanan. Namun memang tulisan saya ini jangan hanya diterjemahkan secara harfiah, tentu saja masih banyak sisi lain dari anak PUNK yang saya, kamu,dan mereka sendiri belum mengetahuinya, hanya saja saya ingin mengajak semua bahwa Tuha saja tidak pernah memetakan makhluk ciptannya, mengapa justru kita umat manusia membangun dinding pembatas yang seolah olah menunjukkan KELAS seseorang dalam kehidupan sosial. Tuhan telah menciptakan segalanya berdampingan secara harmonis dan mengisi, namun kita manusia terlalu angkuh bahkan merusak keharmonisan yang telah diciptakan Olehnya. Mulai sekarang tetaplah menghargai setiap orang yang ada disekeliling kita, siapa tahu justru orang orang yang kita hindari saat ini kelak justru akan menjadi individu yang sangat kita butuhkan dikemudian hari. Hmmmm,,dan ketika kendaraanku melintas di persimpangan yang sama ketika menuju arah pulang, saya melihat si anak PUNK tadi sedang duduk dipinggir jalan sambil memakan tiga buah nasi bungkus bersama ke lima temannya dengan aksesoris yang sama ...aiiiihhhhh nikmatnya,,,saya jadi rindu sahabat sahabat hebat saya...

Salam,
Aisyah Nur Utami Nasution

4 komentar:

  1. BRILIANT!!!!!!!!!!
    ABSOLUTELY!!

    ..tulisan ini bukan hanya menyentuh,namun mencerdaskan..kenapa?..karena sang penulis tetap memasukan sedikit penggalan sejarah tentang PUNK itu sendiri..
    salut..!
    buat pembaca semuanya..mudah2an setelah membaca ini kita semua akan paham,dan sadar terhadap apa yg mereka kenakan,jalani,dll..
    dan yg terpenting adalah..bagaimana kita belajar menghargai sesama..yg tentu saja sikap saling respect untuk saat2 sekarang sangat sulit ditemukan..namun semua ini bisa kita dapatkan kembali jika kita bisa berfikir terbuka,menerima kehadiran siapa saja,karena sudah pasti akan ada pesan yang tersembunyi dibalik semua itu,tanpa perlu melebih-lebihkan..apa yang dilakukan oleh penulis ini.sangat2 menginspirasikan kita semua untuk menilai objek,orang,atau hal2 lain dengan lebih objektif..

    teruskan mengamati...
    teruskan menulis.....



    "atas nama jalanan,kami berterima kasih kepada anda"


    stay strong,stay smart..

    BalasHapus
  2. terimakasih prana baktie,,,yaa,,,semoga kita semua bisa menciptakan dunia yang lebih indah dimana saling berbagi dengan tulus dan ikhlas menjadi senjata andalannya...

    :)

    BalasHapus
  3. Cukup Menarik Tam,
    Lanjutkan!!

    BalasHapus
  4. terimakasi,,,terimakasi...
    lanjuuuttt ;-)

    BalasHapus