Saya teringat sebuah peristiwa yang mungkin sedikit menyentak hati saya. Kala itu saya masih SD (saya tidak terlalu ingat kelas berapa tepatnya).Ketika itu saya melihat Ibu saya menangis. Pikiran saya pun mulai tak tenang, sebab itu kali pertama saya melihat mata teguh itu mengeluarkan air mata. Namun saya tak ingin mengganggu, sebab saya ingin memberi waktu pada beliau agar sedikit tenang. Dari kejauhan sayup terdengar isakannya, tentu saja hal ini membuat hatiku sedih.Lalu sayapun sedikit flashback, adakah perbuatan ku yang salah yang melukai hatinya atau memang beliau memang sedang dalam masalah. Lalu ketika tangisan itu sedikit mereda,saya memberanikan diri untuk mendekat dan bertanya, kenapa mama nangis? Seketika itu ibu saya langsung memeluk dan berkata, tidak kenapa napa sayang. Pasti kamu kaget ya lihat mama nangis.
Anggukan ku pun dibalas senyum lembutnya, lalu beliau membenarkan letak poniku dan berkata : sayank, seorang wanita diciptakan dengan banyak kelebihan untuk menutupi segala kekurangan yang ada, termasuk mama dan kamu juga. Jika seorang wanita menangis itu tandanya ia sedang tidak bisa menutupi satu kekurangannya dengan segala kelebihannya. Lalu beliau mendekapku erat dan mulai berkata seperti ini (sungguh semua kata kata ini lekat dipikiranku bertahun lamanya)
Sebelum kamu ada di dunia, Ia memberikan rumah yang nyaman untukmu diperut mama agar kamu bisa mama bawa jalan jalan dan tidak pisah dengan mama, kita juga selalu berbagi makanan hingga kau lahir ke dunia
Ia membuatkan mama bahu yang kokoh dan kaki yang kuat agar selalu bias menggendongmu ketika engkau menangis
Ia juga memberikan sedikit timbunan lemak yang lebih banyak dibanding papamu agar kamu tetap merasa hangat dalam pelukan mama ketika kamu merasa dingin
Ia memberikan kecerdasan kepada mama agar nantinya mama bisa membaginya ke anak anak mama dan anak mama dapat menjadi anak yang pintar kelak
Ia memberikan mama ketajaman pendengaran agar mama selalu siap membalas panggilanmu ketika engkau menangis dan membutuhkan mama
Ia juga memberikan kecantikan yang berbeda beda agar nantinya kamu tidak keliru dalam mengenali mama
Ia menganugerahkan sensitivitas yang tinggi agar mama dapat mengetahui apa yang tidak orang lain ketahui tentangmu
Ia memberikan tangan yang kuat agar nantinya tangan ini sedia mencucikan semua baju mu, memasak makananmu, membereskan pakaianmu, dan kemudian kembali menggendongmu untuk bermain di luar
Ia menganugerahkan rasa cinta kasih yang teramat luar biasa agar nantinya dapat dibagi kepada papa, abang, adik, nenek,kakek,om,tante, tetangga, dan teman temannya dengan ADIL dan tidak berkekurangan sedikitpun
Ia memberikan kesabaran yang luar biasa besar agar nantinya siap membela mu dari segala ketidakadilan dan tetap bisa memaafkanmu meskipun kesalahan selalu diperbuat
Dan yang terakhir Ia juga memberikan air mata ketika hati yang kuat sedikit melemah, dan bahu yang kokoh sedikit goyah, namun untuk anaknya air mata akan segera terhapus oleh kebahagiaan yang lagi lagi ingin di bagi kepada anaknya, sebab bukanlah air mata yang ingin dibaginya.
Ketika itu usiaku masih terlalu kecil untuk memahami perkataan mama ku, namun setelah saya sedikit dewasa, maka saya mulai menulis semua kata kata itu dan meresapi maknanya. Sungguh betapa tak tahu dirinya saya (dan mungkin kamu juga) yang terlalu egois menjalani hidup ini. Ibu yang teramat menyayangi kita (meskipun terkadang terjadi silang pendapat yang ekstrim) sering sekali kita buat sakit hatinya. Berapa kali kita membuat ibu tidur lebih malam hanya karena menunggu anak nya yang belum juga pulang, atau berapa kali kita membentak beliau hanya karena apa yang kita inginkan ternyata belum bias dipenuhi, dan berapa kali kita bilang “mama kampungan” hanya karena ia yang sedikit tidak UP TO DATE. Tapi pernahkah ia membentakmu ketika dulu kau membangunkannya tiap tengah malam hanya karena perutmu lapar atau popokmu yang basah, atau pernahkah ia menolak permintaanmu ketika waktu kecil dulu engkau merengek minta dibelikan mainan, dan pernahkah sekalipun ia mengatakan kata kata yang sampai membuatmu merasa tidak berguna. Mungkin fisik ibu saya dan kamu boleh terlihat masih kuat, tapi tidakkah kita berpikir bahwa untuk membayar uang kuliah perlu perjuangan mati matian, belum lagi jika kita merengek minta Blackberry, laptop, ipod, dan semua semua yang seenaknya kamu ganti derajatnya menjadi kebutuhan primer, tapi dia, tetap tersenyum sambil berkata “iya, nanti kita beli kalo mama sudah punya uang lebih”.
Sungguh, saya pun malu terhadap diri saya. Untuk semua ibu dimanapun kalian berada, sungguh dengan kerendahan hati maafkan kami anak anak mu yang sedikit banyak sering melukai hatimu, namun dari hati yang terdalam sungguh kami menyayangi kalian. *Spesial buat mama ku yang paling hebat*
Rabu, 20 Oktober 2010
Senin, 18 Oktober 2010
Selembut hati anak PUNK
beberapa hari lalu saya melintas di salah satu bagian dari kota kecil ini,setibanya di lampu merah beberapa anak PUNK sedikit merapat ke arah kendaraan saya dan seperti kebanyakan anak PUNK yang hidup di jalanan pada umumnya mereka mengamen untuk menyambung hidup. Adik saya yang kebetulan ikut bersama saya waktu itu langsung mengatakan agar segera menutup kaca rapat2 agar "mereka" tidak mengganggu. Ya adik saya disini mungkin mewakili jutaan masyarakat Indonesia pada khususnya dan dunia pada umumnya yang sedikit antipati terhadap komunitas PUNK tersebut, dan dalam situasi seperti ini maka kalimat Don't Judge a books by it's cover sama sekali tidak berguna, sebab jika dihadapkan dalam situasi yg seperti ini tentu saja masyarakat yang terlanjur termakan image buruk dari komunitas ini tentu tidak mau berlama lama melihat sisi dain dari kaum yang masi di anggap minoritas dan selalu dan sering diberi label buruk ini. Namun si anak punk tadi masi terus mengamen dan sedikit menentang keinginan adik saya untuk menutup kaca, saya memberi sedikit yang saya punya (terkadang kita tidak menyadari bahwa hal sedikit yg berarti banyak bagi orang lain) lalu bergegas pergi sebab lampu merah telah berganti hijau. adik saya kemudian marah dan sdikit kesal, dengan cemberut ia bertanya, "kenapa si kak dikasi? kan dia nya serem,ntar kalo di apa apain rasa loh"
Ya, untuk ukuran umur adik saya,hal itu masi termaafkan, namun untuk kita yang menurut saya telah memiliki kecerdasan dan kedewasaan dalam berpikir dan masi saja memandang sinis pada komunitas ini maka saya ingin berbagi sedikit tentang komunitas ini, dan siapa tau lebih memperkaya pengetahuan kita dalam hidup bersosialisasi dalam masyarakat.Komunitas PUNK telah muncul sejak tahun 1917, dimana ketika itu Revolusi Bolshevik sedang gencar gencarnya terjadi di Rusia, gerakan Punk maju bersama sama sebagai kompatriot dari gerakan marxisme ala Lenin, Jika Lenin berjuang dalam skema komunisme dan sosialisme dimana kaum buruh menjadi ujung tombak dalam perlawanan terhadap kaum pemegang alat produksi ala Borjuis maka orang orang yang bergerak melalui PUNK pun lebih menggerakkan tenaga Preman (yang oleh Bung karno disebut dengan Lumpen ploretariat) mereka sama sama berjuang hingga terbentuklah suatu kondisi dimana kaum Bolshevik berhasil menguasai keadaan. lalu mereka membentuk Second All Russian Congress of Sovyet (Lenin terpilih sebagai Dewan Komisaris rakyat). dalam perkembangannya Punkers disana berubah menjadi suatu gerakan bawah tanah yang MENENTANG segala bentuk KEMAPANAN serta menjalankan segalanya atas inisiatif sendiri, aksesoris yang mereka gunakan setiap harinya pun sebenarnya mengisyaratkan atas jati diri mereka dalam menjalani hidup :
SEPATU BOOT : yakni sebagai sindiran terhadap militerisme
RANTAI : sebagai simbol arogansi para pihak berwajib
RAMBUT MOHAWK dan CELANA KETAT : ialah suatu bentuk dari propaganda anti kemapanan
begitulah hingga pada akhirnya komunitas ini mulai melebarkan pergerakan ke penjuru dunia, dengan mengangkat hidup berkelompok jalanan sebagai mainstream dan selalu berusaha memberdayakan apa yang dimiliki hari ini dengan segala kesederhanaan yang dimiliki. Dalam keseharian hingga hari ini anak PUNK yang saya tahu sangat menjunjung tinggi asas kebersamaan dan setia kawan. "teman susah,berarti gua juga susah men". Bukankah hal itu yang justru sudah hilang dari masyarakat muda kita sekarang, dan saya pun tidak akan heran jika tawuran masih sering saja terjadi,bahkan hingga tadi pagi saja saya melihat berita tentang salah satu Universitas di Indonesia yang saling lempar batu antara dua fakultas di kampus yang sama hanya untuk memperebutkan kursi ketua BEM (Badan Eksekutif Mahasiswa). jika sudah begini meskipun saya yang notabenne adalah seorang mahasiswi di salah satu Universitas di indonesia merasa malu bahwa pendidikan yang didapat di kelas akan tidak ada apa apanya dengan pendidikan yang didapat dijalanan. Namun memang tulisan saya ini jangan hanya diterjemahkan secara harfiah, tentu saja masih banyak sisi lain dari anak PUNK yang saya, kamu,dan mereka sendiri belum mengetahuinya, hanya saja saya ingin mengajak semua bahwa Tuha saja tidak pernah memetakan makhluk ciptannya, mengapa justru kita umat manusia membangun dinding pembatas yang seolah olah menunjukkan KELAS seseorang dalam kehidupan sosial. Tuhan telah menciptakan segalanya berdampingan secara harmonis dan mengisi, namun kita manusia terlalu angkuh bahkan merusak keharmonisan yang telah diciptakan Olehnya. Mulai sekarang tetaplah menghargai setiap orang yang ada disekeliling kita, siapa tahu justru orang orang yang kita hindari saat ini kelak justru akan menjadi individu yang sangat kita butuhkan dikemudian hari. Hmmmm,,dan ketika kendaraanku melintas di persimpangan yang sama ketika menuju arah pulang, saya melihat si anak PUNK tadi sedang duduk dipinggir jalan sambil memakan tiga buah nasi bungkus bersama ke lima temannya dengan aksesoris yang sama ...aiiiihhhhh nikmatnya,,,saya jadi rindu sahabat sahabat hebat saya...
Salam,
Aisyah Nur Utami Nasution
Ya, untuk ukuran umur adik saya,hal itu masi termaafkan, namun untuk kita yang menurut saya telah memiliki kecerdasan dan kedewasaan dalam berpikir dan masi saja memandang sinis pada komunitas ini maka saya ingin berbagi sedikit tentang komunitas ini, dan siapa tau lebih memperkaya pengetahuan kita dalam hidup bersosialisasi dalam masyarakat.Komunitas PUNK telah muncul sejak tahun 1917, dimana ketika itu Revolusi Bolshevik sedang gencar gencarnya terjadi di Rusia, gerakan Punk maju bersama sama sebagai kompatriot dari gerakan marxisme ala Lenin, Jika Lenin berjuang dalam skema komunisme dan sosialisme dimana kaum buruh menjadi ujung tombak dalam perlawanan terhadap kaum pemegang alat produksi ala Borjuis maka orang orang yang bergerak melalui PUNK pun lebih menggerakkan tenaga Preman (yang oleh Bung karno disebut dengan Lumpen ploretariat) mereka sama sama berjuang hingga terbentuklah suatu kondisi dimana kaum Bolshevik berhasil menguasai keadaan. lalu mereka membentuk Second All Russian Congress of Sovyet (Lenin terpilih sebagai Dewan Komisaris rakyat). dalam perkembangannya Punkers disana berubah menjadi suatu gerakan bawah tanah yang MENENTANG segala bentuk KEMAPANAN serta menjalankan segalanya atas inisiatif sendiri, aksesoris yang mereka gunakan setiap harinya pun sebenarnya mengisyaratkan atas jati diri mereka dalam menjalani hidup :
SEPATU BOOT : yakni sebagai sindiran terhadap militerisme
RANTAI : sebagai simbol arogansi para pihak berwajib
RAMBUT MOHAWK dan CELANA KETAT : ialah suatu bentuk dari propaganda anti kemapanan
begitulah hingga pada akhirnya komunitas ini mulai melebarkan pergerakan ke penjuru dunia, dengan mengangkat hidup berkelompok jalanan sebagai mainstream dan selalu berusaha memberdayakan apa yang dimiliki hari ini dengan segala kesederhanaan yang dimiliki. Dalam keseharian hingga hari ini anak PUNK yang saya tahu sangat menjunjung tinggi asas kebersamaan dan setia kawan. "teman susah,berarti gua juga susah men". Bukankah hal itu yang justru sudah hilang dari masyarakat muda kita sekarang, dan saya pun tidak akan heran jika tawuran masih sering saja terjadi,bahkan hingga tadi pagi saja saya melihat berita tentang salah satu Universitas di Indonesia yang saling lempar batu antara dua fakultas di kampus yang sama hanya untuk memperebutkan kursi ketua BEM (Badan Eksekutif Mahasiswa). jika sudah begini meskipun saya yang notabenne adalah seorang mahasiswi di salah satu Universitas di indonesia merasa malu bahwa pendidikan yang didapat di kelas akan tidak ada apa apanya dengan pendidikan yang didapat dijalanan. Namun memang tulisan saya ini jangan hanya diterjemahkan secara harfiah, tentu saja masih banyak sisi lain dari anak PUNK yang saya, kamu,dan mereka sendiri belum mengetahuinya, hanya saja saya ingin mengajak semua bahwa Tuha saja tidak pernah memetakan makhluk ciptannya, mengapa justru kita umat manusia membangun dinding pembatas yang seolah olah menunjukkan KELAS seseorang dalam kehidupan sosial. Tuhan telah menciptakan segalanya berdampingan secara harmonis dan mengisi, namun kita manusia terlalu angkuh bahkan merusak keharmonisan yang telah diciptakan Olehnya. Mulai sekarang tetaplah menghargai setiap orang yang ada disekeliling kita, siapa tahu justru orang orang yang kita hindari saat ini kelak justru akan menjadi individu yang sangat kita butuhkan dikemudian hari. Hmmmm,,dan ketika kendaraanku melintas di persimpangan yang sama ketika menuju arah pulang, saya melihat si anak PUNK tadi sedang duduk dipinggir jalan sambil memakan tiga buah nasi bungkus bersama ke lima temannya dengan aksesoris yang sama ...aiiiihhhhh nikmatnya,,,saya jadi rindu sahabat sahabat hebat saya...
Salam,
Aisyah Nur Utami Nasution
Minggu, 17 Oktober 2010
cantik dalam arti sebenarnya
Mata saya tidak terlalu besar dan bulat, bibir saya tidak merah dan tipis (bahkan bisa dibilang dower), atau hidung saya tidak bangir dan mancung (maklum dalam keluarga saya belum ada sejarah hidung mancung), rambut? ahh rambut saya terlalu biasa,sangking biasanya bahkan terkadang saya dengan tidak berterimakasihnya sering memasang barbie hair clip atau sekedar hair extension untuk lebih terlihat menarik, badan? oohh tidak,,sungguh jarum pada timbangan tidak akan berhenti di angka 40 koma berapa,,,karena berat saya lebih dari itu ^_^... yahhh jika saya harus menuliskan lebih panjang lagi tentang diri saya maka saya yakin akan semakin banyak kalimat kalimat yang terdengar TIDAK MENSYUKURI atas apa yang ada, namun begitulah adanya saya (dan kita semua) sebagai manusia..sulit sekali mengucap syukur atas apa yang telah ditakdirkan oleh sang pencipta.Saya mungkin hanya sekian dari wanita Indonesia yang berusaha mati matian memutihkan badan supaya menyerupai kulit2 artis luar (dan seolah melupakan bahwa Indonesia adalah negara tropis dengan kualitas kulit masyarakat yang tentu berbeda dengan Orang luar), atau salah satu dari sekian perempuan Indonesia yang rela melakukan apapun untuk apa yang dinamakan Cantik.begitu saktinya kalimat singkat itu sehingga mampu membuat saya (mewakili wanita wanita indonesia yang merasa demikian halnya dengan saya).menarik lawan jenis dan dipuja tentu merupakan tambahan alasan di dalamnya...lalu apa yang salah dengan itu semua,,? tidak ada yang salah,,, yang salah hanyalah kita terlalu menerjemahkan kata Cantik secara datar dan tak berseni.Monoton kalau saya bilang.Bukan ingin sok bijak, memang benar zaman sekarang ngomongin inner beauty seperti mengajarkan filsafat kepada anak SD,,,bukan tidak mungkin,hanya saja prosesnya lama,ditambah lagi menurut saya jaman sekarang laki laki yang mau melihat wanita tidak hanya dari fisik sudah jarang sekali. Oke off to our main topic, dari saya pribadi semakin dengan berjalannya usia saya maka saya mulai mengerti bahwa cantik itu tidak harus dengan rambut keriting digital panjang, body ramping, bulu mata extension dan bibir pink, namun cantik itu adalah mengucap syukur atas pengetahuan yang dianugerahkan Tuhan kepada kita sehingga kita masih mampu atau telah menamatkan jenjang pendidikan hingga akhir, cantik itu adalah membuat semua kekurangan menjadi senjata untuk memberikan nilai lebih bagi diri kita dengan terus mengeksplor potensi yang tersembunyi, cantik itu adalah selalu mengingat bahwa kehidupan dunia akan ada akhirnya sehingga selalu melakukan yang terbaik setiap harinya, cantik itu adalah mampu melawan segala keegoisan yang berurat berakar di dalam diri, cantik itu adalah ucapan maaf yang keluar dengan tulus kepada orang yang tak termaafkan, cantik itu adalah ketika mampu memimpin diri sendiri agar tidak salah jalan, cantik itu adalah dapat memberikan arti bagi orang orang disekeliling, cantik itu adalah tidak meremehkan keterbatasan seseorang, cantik itu adalah memberikan lebih banyak dan berharap lebih sedikit, cantik itu adalah mulai mensyukuri atas bibir dower, mata sipit, rambut kribo,kulit coklat,badan gendut,hidung pesek,atau bahkan ketidaklengkapan anggota tubuh dan mulai menanamkan dalam diri "Bahwa apa yang menurutku tidak cantik, sesungguhnya itulah yang tercantik yang diberikan Tuhan kepadaku"
tetap jadi diri sendiri dan terus lakukan perubahan positif dari diri kamu.Ingat semua perempuan dilahirkan dengan kecantikan yang berbeda beda, maka sudah bersyukurkah kamu hari ini?
salam,
Aisyah Nur Utami Nasution
tetap jadi diri sendiri dan terus lakukan perubahan positif dari diri kamu.Ingat semua perempuan dilahirkan dengan kecantikan yang berbeda beda, maka sudah bersyukurkah kamu hari ini?
salam,
Aisyah Nur Utami Nasution
Langganan:
Komentar (Atom)